Foto : Sertifikasi ISPO Perkumpulan Poktan CCM Tuah Indrapura Yang Didampingi SPLP
SIAK, Suaraaspirasi.com – Kabar menggembirakan datang dari sektor perkebunan kelapa sawit swadaya di Kabupaten Siak. Perkumpulan Kelompok Tani Cita-Cita Marhaen (CCM) Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, resmi dinyatakan lolos Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) setelah melalui proses Audit dan pendampingan intensif oleh Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) selama kurang lebih dua tahun.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi petani sawit swadaya dalam menerapkan prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan sesuai ketentuan pemerintah.
Sertifikasi ISPO bagi petani swadaya merupakan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 33 Tahun 2025, dengan target seluruh pelaku usaha memenuhi ketentuan tersebut paling lambat pada tahun 2029.

Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Cita-Cita Marhaen (CCM), Anton Budi Hartono, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih kelompoknya. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa pendampingan dan kerja keras tim SPLP.
“Proses sertifikasi ISPO ini tidaklah mudah. Ada tahapan yang harus dilalui mulai dari audit internal hingga audit eksternal tahap satu dan dua yang dilakukan lembaga sertifikasi. Semua proses itu kami jalani dengan pendampingan tim-tim hebat dari SPLP. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada SPLP,” ujar Anton, Minggu (26/7/2026).
Senada dengan itu, Manager Internal Control System (ICS) Perkumpulan Kelompok Tani CCM, Ucu Sukarto, menyebut sertifikasi ISPO menjadi bukti komitmen seluruh anggota kelompok dalam menerapkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh anggota kelompok tani dalam menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Kami memastikan seluruh persyaratan ISPO, mulai dari legalitas, praktik budidaya yang baik hingga pengelolaan lingkungan, diterapkan secara konsisten melalui sistem pengendalian internal. Kami berharap sertifikasi ini meningkatkan daya saing produk petani sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh anggota,” jelasnya.
Sementara itu, Agronomis SPLP, Rizki Rizaldi, yang mendampingi proses sertifikasi Perkumpulan Kelompok Tani CCM mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh pengurus dan anggota kelompok tani dalam memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi ISPO.
“Proses ini membutuhkan kesiapan yang matang, mulai dari pemenuhan prinsip ISPO seperti aspek legalitas, penerapan praktik budidaya yang baik, hingga penguatan administrasi dan sistem pengendalian internal. Kami berharap sertifikasi ini membuka peluang pasar yang lebih luas serta menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Rizki.
Di tempat terpisah, Koordinator SPLP Kabupaten Siak, Fatra Budianto, mengungkapkan bahwa selain mendampingi Perkumpulan Kelompok Tani CCM Kampung Tuah Indrapura, SPLP juga membina Koperasi Beringin Jaya (KBJ) Kampung Koto Ringin dan Koperasi Karya Benuar Perincit Sepakat (KBPS) Kampung Perincit dalam proses sertifikasi ISPO agar lolos di tahun 2026.
Menurutnya, KBJ juga telah menyelesaikan audit eksternal dengan hasil lulus sertifikasi ISPO, sementara KBPS bersiap memasuki audit eksternal tahap pertama.
“Bersamaan dengan CCM, KBJ juga sudah lolos audit sertifikasi ISPO di tahun 2026 ini. Sedangkan KBPS akan memasuki audit tahap satu, semoga memperoleh hasil yang sama. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tim SPLP di lapangan atas dedikasi mereka dalam mendampingi petani kelapa sawit di desa-desa dampingan SPLP, selain itu tentunya tidak lepas adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Desa,” tutup Fatra. **


