Beranda » Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara di Pelalawan Masih Sangat Tidak Sehat, Pembelajaran Diperpanjang Daring Hingga 29 Agustus

Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara di Pelalawan Masih Sangat Tidak Sehat, Pembelajaran Diperpanjang Daring Hingga 29 Agustus

Foto : Surat Edaran Kadisdik Kabupaten Pelalawan Pembelajaran Diperpanjang 

PELALAWAN, Suaraaspirasi.com — Kondisi kualitas udara di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, hingga Rabu (26/8/2026) masih berada pada kategori SANGAT TIDAK SEHAT, meskipun sempat turun dari level Berbahaya pada hari sebelumnya. Hal ini berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) DLH Pelalawan pada Rabu siang:

Parameter Nilai Kategori

PM₂.₅ 239 🔴 Sangat Tidak Sehat

PM₁₀ 143 🟠 Tidak Sehat

ISPU Gabungan 201 🔴 Sangat Tidak Sehat

Sebelumnya (24–25 Agustus): ISPU sempat mencapai 465–524 ⚫ Level BERBAHAYA

Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra, ST., M.Si., menyatakan meski ada penurunan, udara tetap belum aman bagi kesehatan masyarakat. Partikel halus hasil pembakaran hutan dan lahan masih tinggi di udara.

📢 SURAT EDARAN DISDIKBUD: PEMBELAJARAN DARING DIPERPANJANG

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan menerbitkan Surat Edaran No. 100.3.4/DISDIKBUD/2026/5/945 tanggal 26 Agustus 2026, yang memutuskan:

Pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara dan dialihkan ke sistem DARING (PJJ) untuk periode 27–29 Agustus 2026.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan.

– 📌 Memperhatikan kondisi kualitas udara berdasarkan pemantauan BMKG, DLH, dan Dinas Kesehatan berada pada kategori Sangat Tidak Sehat

– 📌 Mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan No. HK.02.02/C/2663/2026 tentang Kewaspadaan menghadapi Karhutla

– 📌 Satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran jarak jauh; tenaga pendidik dan kependidikan tetap bekerja sesuai jam kerja

– 📌 Orang tua/wali diharapkan memantau dan membimbing anak di rumah, serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan

Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, diucapkan terima kasih.

– Penyebab utama: Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

– Pelalawan tercatat sebagai wilayah dengan titik panas (hotspot) terbanyak di Provinsi Riau

– Jarak pandang di Pangkalan Kerinci berkisar ±2–5 km berasap

– Luas lahan terbakar di Pelalawan dilaporkan mencapai ratusan hektare.

⚠️ IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT

Berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan dan DLH Pelalawan:

– 🔴 Kurangi aktivitas di luar rumah sebatas kebutuhan mendesak

– 😷 Wajib gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan

– 👶 Kelompok rentan (anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/penyakit pernapasan) sangat disarankan tetap berada di dalam ruangan

– 🚫 DILARANG membakar sampah, lahan, atau vegetasi dalam bentuk apa pun — ini memperburuk kondisi asap

– 📱 Pantau perkembangan melalui BMKG, DLH Pelalawan, dan KLHK

Kabut asap bukan hanya masalah satu pihak, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari jaga bumi dan udara yang kita hirup bersama. **(Herman waruwu) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *