Foto : Ketua IMM Siak M.Luthfi Suhaz
SIAK, Suaraaspirasi.com — Pemerintah Kabupaten Siak di bawah kepemimpinan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, S.A.P., M.Si., patut diapresiasi atas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan melalui berbagai program bantuan, termasuk Beasiswa BeTUNAS bagi mahasiswa asal Siak.
Namun, Ketua Caretaker Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Siak, Muhammad Luthfi Suhaz, menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi agar pelaksanaan Beasiswa BeTUNAS semakin transparan, adil, dan akuntabel.
IMM mendorong agar mekanisme seleksi dan perangkingan, termasuk sistem ascending, dijelaskan secara terbuka. Mahasiswa perlu mengetahui indikator penilaian, bobot, metode perangkingan, hingga dasar penetapan penerima.
Selain itu, IMM menyoroti persoalan rekening tidak aktif, ketidaksesuaian data, atau kendala administratif lainnya. Menurut Muhammad Luthfi, persoalan yang masih dapat diperbaiki seharusnya diberikan ruang melalui mekanisme perbaikan data, verifikasi ulang, atau masa sanggah, sehingga tidak serta-merta menghilangkan kesempatan mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
IMM juga meminta Pemkab Siak melalui Dinas Pendidikan membuka informasi terkait total pagu anggaran, jumlah kuota penerima, mekanisme pengalokasian, serta dasar penetapan jumlah penerima. Keterbukaan tersebut penting sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik tanpa harus membuka data pribadi mahasiswa.
“Kami tidak menolak program Beasiswa BeTUNAS. Justru kami ingin program ini semakin baik, transparan, dan tepat sasaran. Karena ini menyangkut hak mahasiswa dan penggunaan anggaran publik,” ujar Muhammad Luthfi Suhaz kepada awak media, Kamis (8/10/2026)
IMM berharap Pemerintah Kabupaten Siak dan Dinas Pendidikan membuka ruang dialog bersama mahasiswa untuk mengevaluasi serta menyempurnakan mekanisme Beasiswa BeTUNAS.
“Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi penyaluran anggaran, tetapi benar-benar menjadi investasi pendidikan dan masa depan generasi muda Siak menuju Generasi Emas 2045,”pungkas Mahasiswa kelahiran Kampung Jatibaru itu. **(Masgin)


