Beranda » PT. KIMI Disorot Publik Terkait Insiden Jatuhnya Korban di Perairan KITB Siak, Saat Tim Lakukan Draft Survey

PT. KIMI Disorot Publik Terkait Insiden Jatuhnya Korban di Perairan KITB Siak, Saat Tim Lakukan Draft Survey

Foto : “Istimewa”

SIAK, Suaraaspirasi.com – Musibah kecelakaan laut terjadi di perairan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, saat KM Gading 2 yang mengangkut tujuh orang, termasuk nakhoda, mengalami kecelakaan ketika melaksanakan kegiatan draft survey terhadap kapal MV Himala yang diduga memuat cangkang dari PT. KIMI, pada Rabu dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian naas tersebut sekitar pukul 23.45 WIB, KM Gading 2 yang dinakhodai Aprizal (32) membawa enam penumpang, yakni Hamdy (33) dari PT SMA, Lewie Marvie Yuson GA (34) dari MV Himala, Desmond Nataldo (44) dari PT Kimi, Aditya Waskita (27) petugas Bea dan Cukai, Febri (30) surveyor PT Scopindo, serta Ilham Syahputra Siregar (29) surveyor PT Carsurin.

Sekitar pukul 00.10 WIB, saat tim sedang melakukan draft survey terakhir di bagian haluan kanan depan MV Himala untuk menghitung total muatan kapal, KM Gading 2 diduga terseret arus pasang yang sangat kuat hingga masuk ke bawah tongkang Indosukses 130 yang sedang bersandar di samping MV Himala.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Tanjung Buton, Capt. Pujo Kurnianto, bersama unsur Muspida Kabupaten Siak, Wakil Bupati Siak, Kasat Polairud Polres Siak, Camat Sungai Apit, Komandan Pos TNI AL Tanjung Buton beserta rombongan turun langsung ke lokasi kejadian dan membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut.

“Dari tujuh orang yang berada di atas KM Gading 2, tiga orang berhasil diselamatkan, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian, ” ucap Capt Pujo Kurnianto, Rabu (8/7/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa Korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan masing-masing adalah: Ilham Syahputra Siregar (29), surveyor PT Carsurin, Aditya Waskita (27), petugas Bea dan Cukai dan Desmond Nataldo (44), dari PT Kimi. Sementara korban yang masih dinyatakan hilang adalah Febri (30), surveyor PT Scopindo.

Pujo juga menjelaskan Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) KSOP Kelas II Tanjung Buton bersama penyidik Polairud Polres Siak.

“Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya KN V 5147 KSOP Kelas II Tanjung Buton, satu unit Basarnas, satu unit Polairud Siak, satu unit Pos TNI AL Tanjung Buton, satu unit BPBD Kabupaten Siak, serta lima unit kapal nelayan yang turut membantu penyisiran di sekitar lokasi kejadian, ” Ujarnya.

Kasat Polairud Polres Siak, mewakili Kapolres Siak, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa seluruh personel saat ini memprioritaskan pencarian korban yang masih hilang, sembari proses penyelidikan penyebab kecelakaan tetap berlangsung.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia juga meminta seluruh tim penyelamat untuk terus mengoptimalkan upaya pencarian hingga korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum proses investigasi selesai dilakukan.

Saat ini PT KIMI tengah menjadi sorotan, atas insiden yang kini terjadi, karena muatan cangkang yang dilakukan pengecekan oleh tim draft survey itu ternyata diduga bermuatan milik cangkang PT KIMI.

Kecelakaan maritim ini menambah daftar kelam rekam jejak operasional PT KIMi. Sebelumnya, operasional angkutan darat perusahaan ini juga memicu kecelakaan fatal di Pelindo Perawang. Sebuah truk pengangkut cangkang milik atau yang terafiliasi dengan PT KIMI terlibat kecelakaan maut yang merenggut nyawa korban akibat dugaan pelanggaran prosedur kelayakan kendaraan dan teknis angkutan di area pelabuhan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *