Beranda » Menjelang Idul Fitri, Kapal Angkutan Barang di Pelabuhan Perikanan Bengkalis Meningkat

Menjelang Idul Fitri, Kapal Angkutan Barang di Pelabuhan Perikanan Bengkalis Meningkat

Foto : Aktifitas Sejumlah Truk dan Gerobak Lakukan Pembongkaran Barang Dari Kapal di Pelabuhan Perikanan Bengkalis

BENGKALIS, Suaraaspirasi.com – Sejumlah truk pengangkut barang (logistik) yang masuk melalui pelabuhan Perikanan Jalan Yos Sudarso atau lebih dikenal dengan pelabuhan Camat oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis, drastis mengalami peningkatan jelang Idul Fitri 1445 H/2024 M, terlihat dari aktifitas bongkar barang dari kapal angkutan ke sejumlah truk dan gerobak pengangkut barang dari Pelabuhan Perikanan Bengkalis yang juga meningkat, Senin (1/4/2024).

Pantauan di Pelabuhan Perikanan Kabupaten Bengkalis, saat di temui awak media ini, Rembrandt Kurnia Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai menyatakan, volume angkutan barang di Pelabuhan Perikanan jelang Idul Fitri meningkat.

“Volume angkutan barang di Pelabuhan Perikanan Bengkalis saat ini, baik kapal pengangkut logistik dan truk bongkar angkut barang memasuki pertengahan Ramadan sampai dengan hari ini H-09, menjelang idul Fitri meningkat hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya, itu terlihat dari banyaknya volume kapal yang masuk melalui pelabuhan Perikanan Kabupaten Bengkalis”, ucap Kurnia.

“Peningkatan kendaraan logistik ini dikarenakan adanya permintaan pasar yang akan memprioritaskan angkutan barang /logistik yang mengangkut kebutuhan masyarakat mendekati Lebaran nanti”, pungkasnya.

Pihak Bea Cukai Kabupaten Bengkalis tegas mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan pembongkaran terhadap barang import ini, dimana barang tersebut sesuai dengan data yang di dapat. Karena di bea cukai ini banyak menerima angkutan titipan terutama ada komuditi yang melalui perbatasan itu, dan pasti di lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum barang barang tersebut masuk, dan untuk memastikan bahwa benar barang tersebut sesuai dengan data yang ada.

“Barang yang masuk lebih kepada minuman kaleng atau botol, dan selama proses pengawasan sejauh ini belum ada ditemukan barang barang yang ilegal , seandainya di temukan pasti kita lakukan tindakan”, kata Kurnia. 

“Dan bukan hanya di pelabuhan yang kita adakan pengecekan, tetapi saat kapal masuk diperairan pihak kami juga sudah melakukan penyegelan dan kita awasi begitu kapal angkutan barang/logistik tersebut masuk bahkan sampai ke masyarakat tetap kita awasi. Kapal angkutan barang/logistik ini ada yang berasal dari luar daerah dan bahkan dari negri Jiran Malaysia tepatnya dari Batu Pahat, yakni dalam satu Minggu minimal satu kali kapal yang masuk ke pelabuhan Perikanan ini”, tutupnya. RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *